logo tbdayindonesiabersatu menuju indonesialogo bakti husada

hand-out

Simposium TB Nasional 2012

Latar Belakang

Permasalahan TB seakan tidak ada habisnya sejak ditemukan di abad 20. Meskipun kasus TB paling sering bermanifestasi di paru, TB merupakan penyakit yang dapat menyerang berbagai organ di tubuh manusia. Seringkali diagnosis TB ekstraparu menjadi sulit karena gejala yang tidak spesifik. Munculnya penyakit HIV serta interaksi antara TB dan HIV akan semakin menambah kompleksitas permasalahannya. Multiple Drug Resistance (MDR) TB merupakan permasalahan yang muncul sebagai risiko ekspansi DOTS. Apabila masalah ini tidak diantisipasi degan baik, maka biaya yang diperlukan untuk mengendalikan masalah MDR-TB berada di luar kemampuan sistem kesehatan nasional. International Standard of TB Care (ISTC) merupakan suatu strategi untuk membantu mengakomodasi keterlibatan berbagai penyedia pelayanan baik pemerintah maupun swasta dalam strategi DOTS.

Sejak tahun 1993 WHO menyatakan bahwa TB merupakan kegawatdaruratan global bagi kemanusiaan. Walaupun terdapat strategi kesehatan masyarakat yang paling efektif biaya untuk penanggulangan TB, yaitu dengan strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS), beban penyakit TB masih saja tinggi. Dan saat ini Indonesia sudah menempati peringkat yang lebih baik yaitu peringkat kelima untuk penyakit TB di dunia.

Berbagai permasalahan yang ditemui dalam penanggulangan TB baik dari segi klinis maupun program menyebabkan perlunya penyebaran informasi di kalangan medis dan paramedis secara lebih luas. Dalam rangka menyambut World TB Day pada tanggal 24 Maret 2012, diadakan Simposium Nasional  yang diselenggarakan oleh panitia FKUI pada tanggal 31 Maret 2012  di Menara 165 Jakarta.

 Tujuan Umum

 Tersebarnya informasi dan pengetahuan terkini mengenai Tuberkulosis di kalangan medis, awam, LSM, pengelola CSR di Indonesia.

 Tujuan Khusus

  •  Tersosialisasinya informasi mengenai program TB CARE, DOTS, DOTS Plus, dan ISTC.
  •  Tersebarnya pengetahuan mengenai diagnosis dan tatalaksana terkini TB di Indonesia.


SIMPOSIUM INI DITUJUKAN UNTUK:

1. Klinisi (gratis)

2. Peneliti (gratis)

3. Pengelola Program TB (gratis) 

4. Pengelola Program CSR di instansi swasta dan BUMN (gratis)

5. Aktivis LSM (gratis)

6. Jurnalis (gratis)

7. Umum (gratis)

 

 

Bertanya tentang registrasi simposium:

Follow us on:

tbindonesia

stop TB partnership

connect to corsores